ROKAN HILIR- Setelah melalui proses pendekatan dan negosiasi panjang yang dilakukan Bupati Rokan Hilir H.Bistamam sebanyak 10 orang nelayan asal Bagansiapiapi sempat diamankan otoritas Malaysia akhirnya dipulangkan ke tanah air.
Pemulangan dilakukan pada Sabtu malam 14 November 2025 menggunakan 2 unit kapal.
Kepulangan para nelayan tersebut disambut oleh pihak pemerintah kabupaten Rokan Hilir sekira pukul 22 Wib melalui tangkahan Hasan, Jalan Karya, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Provinsi Riau.
Para nelayan tersebut sebelumnya ditahan oleh pihak malaysia selama 10 hari sejak 4 November 2025 lalu.
Mewakili Bupati Rokan Hilir, H. Sarman Syahroni menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para nelayan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerjasama berbagai pihak terutama Bupati Rokan Hilir yang melakukan koordinasi langsung dengan Konsulat Malaysia di Pekanbaru serta KBRI di Malaysia.
“Pertama kali kita mengucapkan terimakasih kepada kita semua pada malam hari ini Alhamdulillah 10 orang nelayan kita asal Bagansiapiapi sudah kembali lagi ke Bagansiapiapi, Rokan Hilir, kebetulan 10 hari yang lalu, tepat pada hari Rabu tanggal 5 November 2025 para nelayan kita ini yang bekerja sebagai nelayan melakukan aktivitasnya sebagai nelayan menangkap ikan di perairan Indonesia tapi yang namanya di laut gelombang, arus sehingga menurut pihak dari Malaysia nelayan kita ini masuk dalam wilayah mereka. Tanggal 5 November 2025 nelayan kita dibawa mereka dilakukan interogasi dan wawancara disana sehingga sampai 10 hari nelayan kita berada di Malaysia, masuk dalam maritim. Mendapat kabar itu bapak bupati melakukan silaturahmi ke Konsulat di Pekanbaru untuk upaya pemulangan warganya yang sempat diamankan pihak otoritas Malaysia,” kata Sarman Syahroni, Jumat (14/11/2025) malam.
Kepulangan 10 nelayan tersebut juga disambut Isak tangis bahagia dari keluarga yang sudah menunggu di tangkahan Asan.
Pemulangan para nelayan tersebut juga disambut oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan HNSI setempat.