BAGANSIAPIAPI-Melambungnya harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Pertalite membuat warga di Bagansiapiapi menjerit, pihak pemerintah daerah (Pemda) diminta respon terhadap penderitaan masyarakat.
Kelangkaan dan melambungnya harga eceran BBM di pasaran menjadi perhatian serius oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Maston. Ia mengatakan terjadinya kelangkaan BBM khususnya di Bagansiapiapi salah satunya disebabkan penutupan SPBU yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga memicu keresahan masyarakat.
“Sulitnya BBM hingga lebaran ke 5 membuat silaturahmi dan ekonomi tidak berjalan akibat kelangkaan minyak , harusnya SPBU milik daerah hadir dalam penyediaan minyak untuk masyarakat karena masih ada uang modal (PI ) yang bisa dipergunakan, ” kata Maston seperti dikutip dari Riau Integritas. com.
Kelangkaan dan tingginya harga BBM dikhawatirkan wakil rakyat berdampak terhadap sosial khususnya pada masyarakat.
*Kalau persoalan BBM ini terlalu lama akan berdampak sosial bagi masyarakat yang ada khususnya di Bagansiapapi dan kita berharap kepada Kuasa Pemilik Modal dalam hal ini Bupati Rohil beserta direksi dan pengurus PT. SPRH agar bisa hadir menjadi obat pada masyarakat yang konon katanya BBM mencapai di angka Rp. 20.000 perliter. Rakyat jangan dipersulit lagi mari bersama-sama kita mencari solusinya, pemda harus peka dan menyadari dampak yang bisa terjadi lebih luasnya serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk kepentingan masyarakat, ” pungkasnya.
Kelangkaan dan tingginya harga jual BBM di Bagansiapiapi juga dikeluhkan oleh warganet beberapa hari belakangan ini. (Ag)