ROKAN HILIR- Majelis Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu, Kabupaten Rokan Hilir menggelar musyawarah dan kesepakatan bersama.
Musyawarah bersama itu berlangsung di Kediaman Datuk H.Abdul Karim MY dari Suku Haru, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babusalam, Selasa (09/06/2026) pagi.
Musyawarah Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu dilaksanakan dalam rangka membahas penguatan persatuan adat, pelurusan sejarah kesukuan, serta penataan silsilah dan terombo adat Kenegerian Kubu.
Musyawarah Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu ini dipimpin langsung oleh Datuk H. Abdul Karim, MY selaku Kepala Suku Haru dan dihadiri oleh Datuk Muzafar selalu Kepala Suku Hamba Raja, Datuk Iskandar selaku Kepala Suku Rao dan Datuk Makmur kepala Suku Bebas serta didampingi oleh perwakilan -perwakilan dari masing-masing Suku.

Musyawarah Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu ini berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan, semangat persatuan, serta menjunjung tinggi nilai adat Budaya Melayu yang berdasarkan prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah.
Setelah dilaksanakan musyawarah, Ketiga Suku, Kepala Suku Haru, Kepala Suku Rao dan Kepala Suku Bebas itu menetapkan Kepala Suku Hamba Raja kepada Datuk Muzafar karena dibuktikan dengan silsilah keturunan dan bukti yang kongkrit untuk menentukan beliau sebagai Kepala Suku Hamba Raja.
Kemudian Keempat Suku Melayu Kenegerian Kubu menyepakati beberapa hal penting diantaranya:
1. Bersama-sama memperbaiki meluruskan dan menyusun kembali sejarah ke negerian kubu berdasarkan keturunan silsilah serta terombo adat yang diwariskan oleh pendahulu terdahulu.
2. Melakukan pendataan dan penertiban administrasi masing-masing suku sesuai garis keturunan dan silsilah keluarga sebagai pedoman dalam menjaga tertib adat dan kejelasan susunan kesukuan.
3. Menjaga persatuan keharmonisan dan hubungan kekeluargaan antar suku dalam lingkungan kenegaraan kubu demi menjaga merubah adat dan kedamaian masyarakat.
4. Setiap persoalan yang berkaitan dengan adat kesukuan maupun kepentingan bersama diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat kerapatan empat suku Melayu ke negerian Kubu.
5. Kerapatan 4 suku Melayu ke negerian kubu sepakat untuk saling bekerja sama dan saling menghormati hak kedudukan serta wilayah adat masing-masing suku.
6. Kerapatan 4 suku Melayu ke negerian kubu akan menjadi hubungan kerjasama yang baik dengan pemerintah desa pemerintah Kecamatan lembaga adat melayu dan tokoh masyarakat tokoh agama dan pihak-pihak terkait lainnya dalam rangka pelestarian adat dan pembangunan masyarakat.
7. Segala bentuk keputusan yang diambil oleh kerapatan empat suku Melayu ke negerian kubu wajib mengedepankan asas keadilan, kebersamaan serta kemaslahatan anak kemenakan dan masyarakat luas.
8. Kerapatan 4 suku Melayu ke negerian kubu berkomitmen menjaga dan melestarikan adat istiadat Melayu serta nilai-nilai budaya warisan leluhur agar tetap hidup dan dihormati oleh generasi penerus.
9. Dengan dilaksanakannya musyawarah kerapatan 4 suku Melayu ke negerian kubu ini maka segala bentuk yang mengatasnamakan pembentukan persukuan oleh pihak-pihak lain dinyatakan tidak sah.
10. Apabila di kemudian hari terdapat hal-hal yang belum diatur dalam kesepakatan ini maka akan dibahas kembali melalui musyawarah bersama kerapatan empat suku Melayu ke negerian Kubu Kabupaten Rokan Hilir.
Anggota DPRD Rokan Hilir, Datuk Zahrul Saupi, SE mengharapkan kepada Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu tetap bersatu dalam megembangkan seni, budaya dan adat istiadat Melayu di daerah.
“Harapan kita tentu bagaimana bersatu mengembangkan seni budaya dan adat istiadat serta melakukan tugas untuk kenegerian Kubu dan Rokan Hilir pada umumnya. Bersatu dalam membuat keputusan, ” harap Zahrul Saupi anggota DPRD Rohil asal Kubu. (**)