DPD PATRI RIAU, Horee…Pak Wamentrans datang ke Riau. Tinjau Festival Nenas.

17 Januari 2026

Ket: Pengurus DPD PATRI RIAU foto bersama dengan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi

KAMPAR- Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, meninjau Festival Nanas sekaligus ikut panen nanas Moris di Desa Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu, (17/01/ 2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen juga mencicipi berbagai produk turunan nanas yang diolah menjadi beragam makanan dan minuman oleh pelaku UMKM lokal.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi dalam mendorong transformasi kawasan transmigrasi melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Viva Yoga Mauladi menyampaikan Desa Tambang memiliki potensi besar melalui komoditas unggulan Nanas Morris yang akan dikembangkan secara terintegrasi.

“Ke depan, kita akan menerapkan demplot-demplot di kawasan transmigrasi, seperti demplot penanaman Nanas Morris, budidaya ikan nila, ayam KUB, serta tanaman hidroponik. Semua ini disesuaikan dengan kondisi iklim dan minat calon transmigran,” ujar Wamen seperti dilansir RRI. co. id, Sabtu (17/01/2026).

Ia menambahkan, program transformasi transmigrasi tidak hanya berfokus pada perpindahan penduduk, tetapi juga pada pembangunan ekonomi kawasan. Pemerintah akan melakukan peningkatan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sarana prasarana umum, serta fasilitas pendidikan, sekaligus mendorong pengembangan UMKM dan industrialisasi di kawasan transmigrasi.

Terkait Nanas Morris, Viva Yoga Mauladi menjelaskan komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat diolah secara menyeluruh tanpa limbah (zero waste).

“Nanas Morris bisa dikonsumsi langsung, diolah menjadi sirup, pupuk, kosmetik, serat benang dari daun, hingga difermentasi menjadi wine dan bioetanol. Karena itu, kami merencanakan pengembangan rumah produksi Nanas Morris,” katanya.

Menurutnya, setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan masing-masing. Melalui Tim Ekspedisi Patriot yang telah diterjunkan di 154 kawasan transmigrasi, pemerintah telah menyusun rekomendasi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan pengiriman tambahan tim dan mahasiswa Patriot untuk memperkuat pendampingan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Viva juga menegaskan pengembangan sektor pertanian dan perikanan di kawasan transmigrasi turut berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Setelah berhasil mencapai swasembada beras dan jagung, pemerintah akan fokus pada pemenuhan protein hewani pada 2026, salah satunya melalui pengembangan budidaya ikan nila sistem bioflok di kawasan transmigrasi.

“Kita ingin kawasan transmigrasi menjadi kawasan strategis untuk investasi, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

Tampak diacara itu Pengurus DPD PATRI RIAU, M. Nizar Akas, SE, MM, DR. Bisri Mustofa, ada DR. Riyadi Mustofa dan Ketua DPC Patri Kampar H.Nur Mustofa, S.Pd.M.Si. yang turut hadir dalam festival Nenas.

Di tempat yang sama M. Nizar, yang akrab di sapa Akas menyampaikan ke Pak Wamentrans kedepannya kita minta tidak hanya di Kabupaten Kampar yang di kunjungi, Rokan Hilir siap di kunjungi Pak Menteri, sebab Rokan Hilir di wilayah eks Transmigrasi dan lokasi lainnya adalah salah satu basis lumbung pangan, semisal penghasil gabah terbesar di Riau, ada hampir ribuan tanaman Nenas di Rantau Bais, dan tidak kalah menariknya salah satu komditi unggulan di Riau yang hanya ada di Rohil adalah Talas/Keladi *Ungu* yang tiap bulannya ribuan Ton hasilnya di Kecamatan Sinaboi hasil panennya di jual ke Jakarta dan ekspor ke luar negeri.

Di pertemuan tersebut pengurus PATRI RIAU, melalui Pak Sesditjen Trans, Ir. Rajumber Prihatin, menyampaikan banyak keluhan keterkaitan banyaknya konflik lahan eks Transmigrasi yang tersebar di Riau yang belum Tuntas, Macam di Desa Beringin Lestari Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu dan di Kabupatennya Indragiri Hilir, bahkan ada juga warga Trans sudah lama tidak mendapat sertifikat tanah macam di eks Trans N12 Desa Sei Manasib Bangko Rohil, di momen tersebut kita secara resmi menyampaikan surat aduan ke pak Mentrans, agar persoalan konflik lahan tersebut tuntas di 2026. (Sup/ag) 

Toko-mempromosikan-kedatangan-Apple-Watch-Series-4-dan-iPhone-XS
berita terkait
Komentar