Ket: Potret Kondisi Kehidupan Nelayan di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilit
ROKAN HILIR- Nelayan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau saat ini memiliki harapan besar terhadap program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas mereka melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) yang mengambil peran strategis dalam membangun kesejahteraan nelayan. Fokus utamanya adalah mengubah paradigma transmigrasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru, termasuk di kawasan pesisir.
Adapun program yang diharapkan oleh para nelayan di Rokan Hilir seperti pembangunan Kampung Nelayan Modern (KNMP), dan fasilitas seperti Dermaga, Modernisasi Kapal dan Alat Tangkap untuk memberdayakan nelayan lokal dan meningkatkan hasil tangkapan, tempat pelelangan ikan, cold storage (gudang pendingin), bengkel perahu untuk meningkatkan nilai tambah ikan.
” Sangat diharapkan perhatian dari pemerintah, dimana saat ini nasib kehidupan para nelayan di Rokan Hilir begitu memprihatinkan baik itu tempat tinggal maupun alat tangkap yang mereka gunakan sudah tidak bisa lagi untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas mereka, ” kata Anto pemerhati nelayan Bagansiapiapi, jum’at (13/02/2026).
Lebih lanjut diharapkannya kepada pemerintah untuk memberikan subsidi untuk BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan dan program bantuan tunai atau modal usaha untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di kalangan nelayan tradisional.
” Semoga harapan nelayan Rohil ini langsung di dengar oleh bapak Presiden Prabowo, karena saat ini pemerintah Indonesia gencar membuat berbagai program untuk nelayan, “ujarnya.
Di tempat terpisah, Ketua DPC PATRI Rokan Hilir, M. Nizar Akas menyambut baik pemerintah pusat, untuk di sinergikan di tingkat pemrintah daerah baik Provinsi dan Kabupaten, terkhusus di Kabupaten Rokan Hilir, apa itu salah satu program pusat yang saat ini lagi gencar-gencarnya untuk di tingkatkan yaitu salah satunya memberdayakan potensi alam yang ada yaitu di sektor Kelautan, agar masyarakat tempatan hidupnya untuk lebih makmur.
“Bicara potensi laut di Rokan Hilir, ada berberapa wilayah yang sampai saat ini para Nelayan aktif untuk mengais rezeki di laut, namun dengan berbekal alat tangkap yang kurang layak dengan tuntutan zaman maka masih dapat kita lihat saat ini para nelayan di Rohil dari aspek ekonomi nya masih terkatagorikan banyak yang miskin, alias kerja melaut hasilnya cukup makan, ” ungkapnya.
Ia juga merasa miris dengan kondisi nelayan yang ada di kampung halamannya daerah penghasil ikan yang masih banyak dibawah garis kemiskinan.
” Kasihan hidup Nelayan Tangkap di Kampung kito. Kita sikapi persolan ini, kita nanti bersama sama mencoba membantu Pemda Rokan Hilir untuk ikut serta mendorong untuk mengusulkan ke Kementerian Transmigrasi, agar Rohil mendapat Program Transmigrasi Lokal Nelayan Tangkap, harapan besar jika ini terealisasi akan menjadikan warga Nelayan hidup kedepan nya lebih makmur. Tutup Akas. (Ag/Sup)