Tiga Inovasi Baru Unggulan Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi Mendapat Tanggapan Positif dari Masyarakat

4 September 2025

Ket; Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Imigrasi Kelas II TPI  Bagansiapiapi, Hendra Adhiwibowo

ROKAN HILIR- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi telah meluncurkan tiga inovasi unggulan. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah urusan masyarakat di wilayah itu.

Berikut ketiga inovasi baru unggulan Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi tersebut: 
 
1. “Lancang Kuning”. 
2. ” Pacu Sampan”.
3. “Lapor Lurah”. 
 
“Untuk mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) kita lounching ada tiga inovasi unggulan kita, yang pertama itu adalah “Lancang Kuning”, Lancang Kuning ini Layanan Kencang Kualitas Tiada Banding yaitu layanan khusus bagi pemohon yang sedang sakit, tidak bisa datang ke Kantor Imigrasi. Ini layanan darurat (Emergency), kita yang datang kelokasi rumah atau rumah sakit tempat pemohon dirawat untuk pengambilan foto biometrik. Selain itu ada juga Inovasi layanan “Pacu Sampan”. Pacu Sampan itu pelayanan paspor sampai ke tujuan. “Berdasarkan kerjasama kita dengan kantor Pos Indonesia itu untuk pengambilan paspor sehingga pemohon tidak perlu lagi datang ke kantor imigrasi untuk pengambilan paspor, mereka hanya satu kali datang ke kantor imigrasi untuk melakukan pengambilan data biometrik, nanti setelah paspor selesai kantor Pos yang mengambil dan mengirimkan ke alamat pemohon yang bersangkutan. Ada juga “Lapor Lurah”. Laporan Lurah ini layanan paspor langsung turun ke daerah. “Lapor Lurah” ini diperuntukkan bagi komunitas yang kita datangi kederah-daerah untuk pelayanan jemput bola.
 
Demikian disampaikan kepala kantor Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi, Adi Fahcmianur melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal, Hendra Adhiwibowo, Kamis (04/09/2025). 
 
Hadirnya ketiga inovasi baru Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi itu mendapat tanggapan positif dari masyarakat karena bisa mempermudah masyarakat dalam proses pengurusan administrasi keimigrasian. 
 
” Untuk Lancang Kuning ini memang positif sekali karena memang banyak warga kita ini mau berobat di luar negeri sehingga dia memerlukan paspor segera. Dilihat dari situ kita membuat ide untuk melakukan pengambilan data bio metrik ke lokasi yang bersangkutan sehingga secara kemanusiaan memang kita bertujuan untuk membantu dan mempermudah masyarakat  agar tidak lagi harus datang ke kantor imigrasiimigrasi, “ungkap Hendra. 
 
Sedangkan layanan keimigrasian yang lainnya, kata Hendra masih tetap menggunakan aplikasi M. Paspor. 
 
” Sskarang layanan itu harus daftar melalui M Paspor terkecuali bagi kaum prioritas. Prioritas itu seperti anak belita, bayi dibawah 5 tahun kemudian untuk lansia diatas 60 tahun keatas. Kemudian kaum yang memiliki keterbatasan termasuk sekarang ini layanan untuk calon jemaah haji (CJH), ” pungkasnya. (Agung) 
Toko-mempromosikan-kedatangan-Apple-Watch-Series-4-dan-iPhone-XS
berita terkait
Komentar