Enam Balon Tak Lulus Picu Penundaan Pilpeng, Kontestan Suarakan Protes Keras

9 Oktober 2026

Ket: Calon Penghulu Suak Air Hitam, Syahrial

ROKAN HILIR- Penundaan pelaksanaan Pemilihan Penghulu (Pilpeng) serentak di enam Kepenghuluan di Kabupaten Rokan Hilir memicu gelombang protes serta kekecewaan mendalam dari para calon penghulu yang telah mempersiapkan diri.

​Kritik tajam ini salah satunya disuarakan oleh Syahrial, calon Penghulu Suak Air Hitam, Kecamatan Pakaitan, pada Jumat (9/10/2026). Ia menilai kebijakan penundaan ini sangat merugikan pihak kontestan yang telah mengikuti seluruh prosedur sesuai aturan hukum yang berlaku.

​”Penundaan Pemilihan Penghulu ini kami rasakan sangat merugikan karena kami telah melalui seluruh tahapan yang ada di dalam Peraturan Bupati (Perbup). Acuan kami mulai dari launching pertama dulu sampai ke tahap pencabutan nomor urut,” ujar Syahrial.

​Menurutnya, langkah penundaan tersebut mencederai nilai-nilai demokrasi. Terlebih, keputusan itu dipicu oleh persoalan segelintir bakal calon yang sebelumnya telah dinyatakan gugur secara resmi oleh pemerintah kabupaten.

​”Kalau Pilpeng ini ditunda, calon dan pendukung merasa kecewa serta dirugikan. Kalau seperti ini tidak demokratis lagi, gara-gara enam orang saja Pilpeng ditunda, sedangkan keenam orang tersebut sudah resmi digugurkan dari kabupaten,” tegasnya.

​Syahrial bersama para pendukungnya mendesak agar proses Pilpeng tetap dilanjutkan sesuai jadwal dan koridor hukum yang telah ditetapkan, tanpa ada penundaan lanjutan.

​”Harapan kami Pilpeng ini lanjut sesuai aturan, jangan ada penundaan lagi. Waktu, tenaga, dan pikiran kami sudah habis, semua sudah kami laksanakan sesuai aturan. Pelaksanaan Pilpeng harus lanjut, jangan kita langgar dan kangkangi aturan yang sudah ada,” imbuhnya.

​Ia juga menyoroti potensi ketidakadilan jika pihak-pihak yang sebelumnya telah gugur dipaksakan untuk masuk kembali ke dalam kontestasi. Pasalnya, ada sejumlah tahapan krusial yang sebelumnya tidak mereka lalui.

​”Sementara enam orang balon yang dinyatakan gugur kemarin, sudah berapa tahapan yang tidak mereka lalui. Kalau mereka dipanggil dan ditetapkan lagi sebagai calon, tentu kami merasa dirugikan,” pungkas Syahrial.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan penundaan maupun tindak lanjut dari polemik Pilpeng serentak tahap 1 ini. (Agung)

Toko-mempromosikan-kedatangan-Apple-Watch-Series-4-dan-iPhone-XS
berita terkait
Komentar